Kamis, 30 Desember 2010

Makna dan Pesan Spiritual yang ada pada Simbol Pegelaran Seni Pewayangan

Secara terminology pesan spiritual pada symbol pewayangan dimaknai sebagai nilai luhur yang utuh dan harus disampaikan secara terus menerus. dalam pertunjukkan seni budaya pewayangan baik wayang kulit ataupun wayang golek pada khususnya, didalamnya terdapat makna dan pesan spiritual yang dijelaskan melalui simbol - simbol pewayangan baik yang ada dibentuk wayang tersebut secara khusus maupun yang ada diunsur panggung pementasan pada umumnya. karena bentuk dan unsur panggung yang ada pada umumnya bermakna gambaran secara keseluruhan tentang keadaan alam dunia dan alam kherat (alam goib) dan yang ada didalamnya. Symbol sendiri digunakan karena didalamnya terkandung nilai luhur spiritual yang tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata.

Adapun maksud dan tujuan penjelasan, dan penanaman nilai luhur tersebut berorientasi mutlak pada perbaikan kehidupan masyarakat manusia secara keseluruhan dan terus menerus dari generasi kegenerasi, agar manusia tersebut secara keseluruhan lebih berbudaya, tertata, dan sesuai dengan nilai – nilai luhur ketuhanan dan kemanusiaan yang utuh. Karena seni dan budaya merupakan jati diri kita yang berkaitan erat dengan peradaban manusia. Inilah hakikat pawarisan budaya, bukan hanya menjaga bentuk utuh seni dan budaya serta symbol saja, tetapi yang mutlak harus kita jaga adalah nilai luhur spiritual ketuhanan dan kemanusian yang tetap utuh dari generasi kegenerasi dalam proses transformasi seni dan budaya. tidak hanya dijadikan tontonan tetapi jadikan tuntunan. unsur didalamnya haruslah komplit walaupun beda bentuk tetapi maknanya sama. dalam hal ini kami akan menjelaskan secara umum makna pesan spiritual yang ada pada symbol pegelaran pewayangan, adapun penjelasan makna yang ada pada unsur pagelaran pewayangan tersebut ialah;

A. Aturan Adat Kebiasaan dalam Menyaksikan Pagelaran

Bagi para penonton atau pemirsa agar melihat dan menyaksikan seni pagelaran wayang tersebut dari arah depan. Bagi pagelaran wayang golek diadat istiadatkan didepan panggung dalang yang berukuran panjang semester lebih atau lebih tepatnya seperti ukuran kuburan, makna dan pesan spiritualnya agar kita dalam bertindak akan selalu ingat tempat akhir kita perjuangan didunia yaitu kuburan atau alam kelanggengan. Sedangkan bagi yang menyaksikan pagelaran wayang kulit diadat istiadatkan melihat dari arah depan kelir yang berwarna hitam putih dengan makna dan pesan kesucian dalam kelanggengan. yang dilihat dan dipandang serta dilakukan kita haruslah tetap mendasar pada kesucian dalam kesinambungan (langgeng) disegala hal. Inilah dasar pendidikan kita dalam menangkap nilai luhur spiritual dalam wujud cara pandang dan cara menyingkapi sebuah pertunjukkan.

B. Makna dan symbol dalam unsur seni dan budaya pagelaran wayang

1) Kegiatan pembuka dan penutup pagelaran seni pewayangan, isisnya adalah sulu’ pembuka dan penutup yang berisikan pujian pada sang maha pencipta yaitu Allah Swt, makna dan pesanya segala sesuatu perbuatan kita dalam keseluruhan haruslah diawali oleh sebuah rasa syukur dan keridhoan berupa pujian dan doa pada Allah Swt, agar setiap pekerjaan berhasil mendapat rodhoNYA.

2) Dalang, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; adalah disimbolkan sebagai sebuah wujud tuhan yang selalu mengatur, mengawasi, dan berqodo qodar pada setiap gerak – gerik makhlukNYA.

3) Kelir, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah batas dunia, dan batas segalnya baik kebenaran maupun kejahatan. kitapun harus memiliki batasan dalam segala hal.

4) Dalung (lampu pagelaran), Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah penerangan alam semesta yang bersumber dan atas ijin Allah Swt. kitapun harus bias menjadi penerang bagi orang lain yang masih dalam selimut kegelapan.

5) Kedebog Pisang, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah tempat berpijak yaitu bumi, yang berwatak kesabaran, memikul tanggung jawab, dan menghidupi siapa saja yang ada disekitarnya. kitapun harus bisa memiliki tabiat atau watak tersebut diatas.

6) Sinden atau juru kawih, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; seorang wujud kenikmatan yang langgeng yang ada disisi tuhan yaitu bidadari. Kitapun harus berusaha mencapai kenikmatan yang ada disisi tuhan, yaitu jannatul fidaush.

7) Para Nayaga (penabuh gamelan), Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; seluruh malaikat yang selalu ta’at pada peritah Allah yang dijadikan wakilnya dalam mengatur seluruh alam.

8) Gamelan, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah suara alam, dan suara manusia, seperti saron pangkat disimbolkan sebagai suara seorang pemimpin yang dijadikan petunjuk wakil tuhan dalam menyampaikan wahyu kebenaran. Gong disimbolkan sebagai suara orang yang sombong, kecrek disimbolkan sebagai suara anak kecil. dan suara – suara yang lain.

9) Kayon, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah unsur. kehidupan yang setiap jenis makhluk ada, dari yang terbawah sampai yang teratas.

10) Wayang, Ma’na dan pesan spiritual yang terkandung didalamnya adalah; sebuah lambang wujud manusia, jin, dan bangsa rokh lainya.

Symbol – symbol tersebut diatas merupakan gambaran dan bentuk petunjuk yang mudah dan gampang dilaksanakan oleh setiap orang karena wujud simbol tersebut tergambar jelas.

1 komentar: